Coiling Dragon – Book 1 – Chapter 1 – Indonesian

Buku 1, Bab 1 – Dini Hari di Sebuah Kota

Kota Wushan, sebuah kota kecil biasa yang terletak di Kerajaan Fenlai, sebelah barat dari pegunungan Siluman yang merupakan pegunungan terbesar di benua Yulan.

Matahari pagi menyinari kota Wushan, masih ada sedikit tanda-tanda dinginnya udara fajar. Namun, hampir semua warga kota kecil ini sudah keluar untuk mulai bekerja. Bahkan anak-anak berumur enam atau tujuh tahun pun sudah keluar dari tempat tidur mereka dan bersiap-siap untuk memulai latihan pagi tradisional mereka.

Di sebuah lahan kosong di wilayah timur kota Wushan, kehangatan sinar matahari pagi melewati kerimbunan pohon-pohon di sekitar, meninggalkan titik-titik cahaya yang tersebar di tanah kosong.

Sebuah kelompok besar anak-anak terlihat disana, berkisar seratus atau dua ratus jumlahnya. Anak-anak ini dipisahkan ke dalam tiga kelompok, yang masing-masing kelompok terbagi lagi menjadi beberapa baris. Semua anak-anak itu berdiri diam dengan wajah yang serius. Kelompok yang terletak paling utara terdiri dari anak-anak berusia sekitar enam tahun. Kelompok yang ditengah terdiri dari anak-anak berusia sekitar sembilan sampai dua belas tahun. Dan yang terakhir, anak-anak berusia tiga belas sampai enam belas tahun berkelompok di sebelah selatan.

Di depan kelompok besar anak-anak ini, ada tiga pria paruh baya bertubuh tegap dan berotot. Ketiganya mengenakan kemeja lengan pendek dan celana panjang yang dijahit secara kasar.

“Jika kalian ingin menjadi prajurit yang kuat, maka kalian harus berusaha keras sejak kalian muda.” Pemimpin dari ketiga pria paruh baya tersebut, dengan kepala terangkat tinggi, tangan di belakang punggungnya, berkata kepada mereka dengan nada dingin. Dia memandang anak-anak di kelompok yang terletak paling utara dengan tatapan dingin dan galak. Semua anak-anak berusia enam dan tujuh tahun itu mengatup bibir mereka rapat-rapat, dan menatap pria tersebut dengan mata bulat mereka yang besar. Tak seorang pun dari mereka berani mengeluarkan suara.

Nama pemimpin tersebut adalah Hillman (Xi’er’man). Ia adalah kapten dari pasukan pelindung klan Baruch (Ba’lu’ke), klan mulia yang menguasai kota Wushan.

“Kalian semua adalah rakyat biasa. Tidak seperti mereka dari keluarga bangsawan, kalian tidak memiliki akses ke kitab rahasia yang mengajarkan kalian bagaimana membentuk Qi tempur kalian. Jika kalian ingin menjadi seseorang yang berarti, jika kalian ingin dihormati, maka kalian semua harus menggunakan cara yang paling kuno namun paling sederhana dan paling dasar untuk meningkatkan kemampuan kalian – dengan mengolah tubuh kalian dan membangung kekuatan kalian! Sudah jelas?!”

Hillman menyisir kelompok anak-anak itu dengan tatapannya.

“Mengerti.” Anak-anak itu menjawab serentak dengan suara lantang.

“Bagus.” Hillman mengangguk puas dengan dingin. Anak-anak berusia enam tahun itu menunjukkan kebingungan di mata mereka, sementara mata anak-anak lain yang berusia remaja menjadi bersemangat. Mereka memahami makna di balik kata-kata Hillman tersebut.

Hampir semua laki-laki di benua Yulan akan berlatih sangat keras dari usia yang sangat muda. Jika mereka kurang berusaha, maka di kemudian hari, mereka akan dipandang rendah oleh yang lain! Uang dan kekuatan – kedua hal inilah yang akan menentukan status dari seorang laki-laki! Seorang pria lemah akan dipandang rendah oleh wanita.

Apa yang perlu dilakukan jika ingin agar orang tua mereka bangga terhadap mereka, jika ingin wanita memuja mereka, jika ingin kehidupan yang mulia?

Maka mereka harus menjadi prajurit yang kuat!

Semua dari mereka adalah hanya rakyat jelata. Tak satupun dari mereka yang memiliki akses untuk mempelajari seni mengembangkan Qi tempur melalui kitab berharga. Satu-satunya jalan menuju kemuliaan bagi mereka adalah melalui latihan sejak usia dini, dan membentuk kekuatan! Kerja keras yang sangat pahit! Mereka harus berusaha lebih keras daripada para bangsawan, menghabiskan lebih banyak tenaga dan darah dalam upaya memperkuat diri mereka sendiri!

“Saat matahari terbit di pagi hari, alam semesta mulai berkembang. Ini adalah waktu terbaik untuk menyerap energi alami dari sekitar dan meningkatkan kondisi tubuh kita. Aturan yang sama seperti biasanya – Rentangkan kaki hingga sejajar dengan bahu! Tekuk kedua lutut sedikit, dan kedua tangan mengepal di pinggang. Ini adalah ‘Sikap Pembentukan Qi’. Saat melakukan sikap ini, ingat – ‘Pusatkan konsentrasi, jaga ketenangan pikiran, dan bernapas secara alami.'” Hillman memberikan instruksi dengan nada dingin.

‘Sikap Pembentukan Qi’ adalah cara yang paling sederhana, namun paling efektif untuk melatih tubuh seseorang. Hal ini berdasarkan pengalaman turun temurun dari nenek moyang.

Dengan segera, anak-anak yang berjumlah hampir dua ratus tersebut melakukan posisi ‘Sikap Pembentukan Qi’.

“Ingat, fokuskan konsentrasi, jaga ketenangan pikiran, dan bernapas secara alami!” Hillman berkata dengan dingin sembari berjalan diantara anak-anak tersebut.

Hanya dengan sekilas pandang, dia bisa mengetahui bahwa anak-anak remaja di kelompok selatan semuanya dapat mempertahankan Sikap ini dengan tenang dan bernapas alami. Pada saat itu, mereka semua memiliki tujuan untuk mencapai Sikap yang stabil dan mantap. Terlihat jelas bahwa mereka telah mencapai tingkatan kemampuan yang cukup baik dalam ‘Sikap Pembentukan Qi’.

Saat memandang ke arah kelompok anak-anak di sebelah utara, tampak jelas bagi Hillman bahwa mereka berdiri tidak stabil dan tanpa tenaga, dengan posisi pinggang dan lutut yang menekuk dengan sudut aneh, kaki mereka yang santai dan lemas.

Hillman berkata kepada kedua pria paruh baya yang lain, “Kalian berdua, ambil alih pengawasan kelompok selatan dan tengah. Aku akan pergi mengurus anak-anak yang kecil.”

“Baik, kapten.” Dua orang pria setengah baya tersebut segera mengiyakan, dan mengawasi kedua kelompok tersebut dengan cermat. Sesekali, mereka akan menendang kaki para remaja tersebut untuk memeriksa siapa yang berdiri dengan kuat dan siapa yang tidak.

Hillman berjalan ke arah kelompok anak-anak utara. Anak-anak itu langsung menjadi gugup.

“Sial, pemimpin monster datang ke sini!” Seorang bocah berambut emas dengan mata yang besar dan terang bernama Hadley (Ha’de’li) berkata dengan suara pelan.

Hillman melangkah ke tengah-tengah mereka, menatap mereka dengan wajah dingin, tapi dalam hati, dia mendesah. “Anak-anak ini masih terlalu muda. Mereka masih kurang memiliki kebijaksanaan dan kekuatan. Aku tidak dapat menuntut terlalu banyak dari mereka. Namun, lebih baik jika mereka berlatih dari usia muda. Jika mereka berlatih keras sejak dini, di masa depan, ketika mereka berada di medan perang, mereka akan memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk bertahan hidup.”

Dan untuk mengajar anak-anak kecil… cara yang paling efektif adalah dengan membuat mereka tertarik! Jika dia memaksa mereka terlalu keras, malah akan menghasilkan efek sebaliknya!

“Kalian semua, berdiri dengan mantap!” Hillman mendengus dengan dingin.

Dengan segera, semua anak-anak menegakkan badan, menonjolkan dada mereka, dan menatap lurus ke depan.

Selintas terlihat senyuman di bibir Hillman. Dia kemudian maju ke depan dan melepas bajunya. Garis-garis yang menggambarkan lekukan otot kuat pada tubuhnya membuat mata anak-anak itu hampir keluar. Bahkan anak-anak di kelompok tengah dan selatan pun tidak dapat menahan untuk tidak menatap dia dan mengagumi fisiknya.

Selain dari otot-otot yang sempurna, pada tubuh bagian atas Hillman terdapat banyak bekas luka pisau, pedang, dan belasan luka lama lainnya. Semua anak-anak itu memandang luka-luka tersebut dengan mata bersinar.

Bekas luka pisau, bekas luka pedang, semua ini adalah medali bagi seorang pria!

Dalam hati mereka, mereka dipenuhi dengan rasa hormat kepada Hillman. Hillman, seorang prajurit perkasa tingkat enam, prajurit yang lahir dari perjuangan hidup dan mati! Bahkan di kota-kota besar sekalipun, dia tetap merupakan individu yang luar biasa. Di kota kecil Wushan ini, semua orang menghormatinya.

Melihat pandangan penuh semangat dari anak-anak itu, Hillman tidak dapat menahan untuk tersenyum. Dia ingin membangkitkan perasaan untuk memujanya pada diri anak-anak itu, keinginan untuk menjadi seperti dia. Dengan cara itu, mereka akan berlatih lebih keras dan lebih termotivasi!

“Mari kita tambahkan minyak lagi ke dalam api!” Hillman diam-diam menyeringai, kemudian berjalan ke depan sebuah batu yang sangat besar, berbobot sekitar tiga atau empat ratus pon.

Dengan satu tangan, Hillman meraih batu tersebut. Dengan gaya yang sangat santai, ia mengacungkan batu tersebut. Di tangan Hillman, batu seberat tiga ratus pon itu tampak seringan kayu. Semua anak-anak itu memandang dengan ternganga dan mata terbelalak.

“Terlalu ringan! Lorry, jika kamu memiliki waktu luang setelah latihan, pergilah untuk mengambil batu yang lebih besar untuk saya.” Dengan santai, Hillman melempar batu itu terbang beberapa puluh meter. Brak! Batu itu jatuh di samping sebuah pohon besar dan seluruh tanahnya langsung bergetar. Hillman secara santai berjalan ke depan sebuah batu lain.

“Hah!”

Hillman menarik napas dalam. Seluruh pembuluh darah di otot tubuhnya menonjol keluar saat Hillman memukul sebongkah batu biru di dekatnya. Tinjunya membelah udara, menimbulkan suara melolong yang membuat semua anak-anak yang melihatnya membuka mata mereka lebih lebar lagi. Tinju Hillman yang perkasa langsung menghantam batu besar tersebut.

Brak! Suara tinju yang menghajar batu tersebut membuat hati semua anak-anak bergetar.

Itu adalah jenis batu Bluestone yang sangat keras!

Batu Bluestone tersebut bergetar. Tiba-tiba, muncul enam atau tujuh retakan, dan dengan suara ‘peng’, batu tersebut terbelah menjadi empat atau lima bagian. Tetapi, tidak tampak cedera sedikitpun pada kepalan tangan Hillman.

“Kapten hebat seperti biasanya.” Lorry, salah satu dari kedua pria paruh baya tersebut tertawa ketika Hillman berjalan kembali ke arah mereka.

Pria lainnya, Roger (Lue’jie), juga berjalan kemari. Biasanya, saat anak-anak berlatih ‘Sikap Pembentukan Qi’ adalah saat bagi mereka untuk bersantai dan mengobrol bebas sambil memperhatikan anak-anak yang berpikir untuk mengendur.

Hillman tertawa sambil menggelengkan kepala. “Ah, tidak. Dulu ketika saya masih menjadi prajurit, setiap hari saya akan berlatih gila-gilaan, dan saat berada di medan pertempuran, saya akan terlibat dalam pertarungan jarak dekat yang berbahaya. Sekarang ini, yang saya lakukan hanya bersantai dan meregangkan sedikit otot-otot di pagi hari. Saya tidak dipenuhi energi lagi seperti dulu.”

Semua anak-anak melihat Hillman dengan tatapan memuja.

Batu Bluestone besar itu hancur berantakan hanya dengan satu pukulan dari tinjunya. Kekuatan apakah ini? Dan batu besar seberat tiga atau empat ratus pon dilemparkan dengan mudah begitu saja. Kekuatan apa pula itu?

Hillman berpaling dan menatap anak-anak itu. Dia sangat puas melihat reaksi anak-anak tersebut.

“Ingat, walaupun kalian tidak mampu menumbuhkan Qi tempur kalian, pada prinsipnya, jika kamu dapat mengembangkan potensi tubuh kamu sepenuhnya, kamu masih bisa menjadi seorang prajurit tingkat enam! Sebagai seorang prajurit tingkat enam, setelah bergabung dengan militer, akan dengan mudah menjadi seorang perwira tingkat menengah, dan dapat memperoleh kitab militer yang mengajarkan salah satu cara menumbuhkan Qi tempur! Bahkan jika kamu tidak bisa menjadi seorang prajurit tingkat enam, dan hanya mampu menjadi prajurit biasa tingkat satu, kamu masih memenuhi syarat untuk bergabung dengan militer. Ingat! Jika seseorang bahkan tidak mampu menjadi seorang prajurit tingkat satu, orang itu tidak dapat dianggap sebagai seorang pria sama sekali!”

“Jika kamu adalah seorang laki-laki, maka tegakkan dadamu, dan sambut setiap tantangan dengan berani!”

Setelah mendengar kata-kata ini, muncul senyuman di wajah semua anak-anak uisa enam dan tujuh tahun itu. Mereka tetap memaksakan diri untuk tidak berekspresi. Kata-kata itu adalah mantra yang sering diulang oleh Hillman, dan dia mengulangi kata-kata ini tak henti-hentinya kepada anak-anak itu.

“Kalian semua, berdiri tegak. Lihatlah kakak-kakak kalian di sebelah selatan, kemudian bandingkan dengan cara kalia berdiri!” Hillman mengecam mereka.

Semua anak-anak berusia enam tahun tersebut langsung mencoba untuk menyesuaikan sikap mereka agar lebih stabil.

Setelah beberapa saat, tubuh anak-anak enam dan tujuh tahun ini mulai bergetar. Semua anak-anak itu merasakan kram yang amat sangat pada kaki mereka, tapi mereka tetap mengertakkan gigi mereka. Tapi setelah mencoba bertahan sebentar, satu per satu, anak-anak ini mulai jatuh dan terduduk di lantai.

Wajah Hillman tampak dingin dan tidak berpereasaan, tapi dalam hati, dia diam-diam mengangguk. Bagaimanapun, dia tetap puas dengan usaha anak-anak kecil ini.

Setelah beberapa saat, beberapa anak berusia sepuluh tahun dari kelompok tengah juga tidak dapat lagi bertahan, dan satu per satu, mereka mulai jatuh juga.

“Bertahanlah selama mungkin. Saya tidak akan memaksa kamu. Tapi jika di kemudian hari, kamu lebih lemah daripada teman-teman sebaya kamu, maka tidak ada yang dapat disalahkan kecuali diri kamu sendiri.” Hillman berkata dengan dingin.

“Hmm?” Lorry tiba-tiba menatap dengan takjub ke arah kelompok utara.

Pada saat ini, banyak anak-anak dari kelompok tengah yang sudah jatuh. Tapi di kelompok utara, seorang anak berumur enam tahun masih bertahan dengan kuat.

“Ini pasti hari pertama latihan untuk Linley [Lin’lei]. Siapa sangka dia begitu tangguh?” Lorry berkata kagum. Di sampingnya, Roger dan Hillman juga memperhatikan. Mereka memandang ke arah kelompok utara, dan melihat disana seorang anak laki-laki berambut coklat masih bertahan. Anak itu mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan menatap kedepan dengan penuh keteguhan. Kedua tinjunya mengepal begitu kerasnya sampai tangannya memutih.

Di mata Hillman terlihat ekspresi terkejut dan senang.

“Anak yang baik!” Hillman diam-diam memuji. Walaupun baru berusia enam tahun, dia sudah bisa mempertahankan ‘Sikap Pembentukan Qi’ sama seperti anak-anak yang berusia sepuluh tahun.

Linley, yang bernama lengkap Linley Baruch, adalah anak sulung dan pewaris klan Baruch yang memerintah kota Wushan. Klan Baruch adalah klan yang sudah sangat tua. Pada satu ketika, klan ini pernah sangat berjaya. Namun, setelah ribuan tahun, hanya tiga orang yang tersisa. Pemimpin klan, Hogg [Huo’ge] Baruch, dan dua putranya. Sang anak sulung adalah Linley Baruch, berusia enam tahun. Dan yang muda, Wharton [Wo’dun] Baruch baru berusia dua tahun. Adapun istrinya, meninggal ketika ia melahirkan Wharton. Kakek Linley juga telah meninggal dalam pertempuran.

Kaki Linley gemetar. Meskipun kemauannya sangat kuat, namun otot-otot kakinya sudah dipaksa sampai batasnya dan mulai bergetar tak terkendali. Akhirnya, dia jatuh dan terduduk.

“Linley, bagaimana perasaanmu?” Hillman berjalan ke arahnya sambil tersenyum.

Linley tersenyum, menampakkan gigi taringnya yang kecil. “Aku baik-baik saja, paman Hillman.” Sebagai kapten dari pasukan pengawal klan Baruch, Hillman telah melihat Linley tumbuh sejak kecil. Tentu saja hubungan keduanya sangat dekat.

“Bagus. Kamu bersikap seperti seorang laki-laki.” Hillman mengelus kepala Linley. Langsung saja rambut di kepala Linley menjadi berantakan seperti rumput yang tertiup angin.

“Haha.” Linley menyeringai lebar. Dalam hatinya, ia sangat senang karena dipuji oleh Hillman.

Setelah beristirahat sesaat, mereka melanjutkan latihan mereka. Latihan untuk anak-anak berusia enam dan tujuh tahun jauh lebih santai. Namun latihan untuk anak-anak remaja sangat keras.

Kelompok besar anak-anak itu, termasuk juga kelompok usia enam dan tujuh tahun, berbaring dengan kepala dan kaki mereka bersandar di atas batu datar, semata-mata hanya mengandalkan kekuatan pinggang mereka untuk tetap bertahan lurus.

“Pinggang dan paha membentuk sebuah bagian segitiga.” Dengan tangannya, Hillman menunjukkan bagian yang ia jelaskan. “Bagian ini adalah inti dari seseorang. Kecepatan dan kekuatan, keduanya berasal dari bagian inti ini, membuat bagian ini sangat penting.”

Sambil berbicara, Hillman terus berjalan dan dengan cermat memeriksa para remaja tersebut untuk melihat apakah gerakan mereka sudah benar.

“Kencangkan bagian itu! Pinggang kamu perlu lebih tegak!” Suara Hillman menggelegar.

Seketika, pinggang-pinggang dari anak-anak muda ditegakkan. Ini adalah hari pertama Linley latihan. Kepala dan kakinya yang kecil terbaring datar diatas batu, tapi pada saat ini, Linley sudah merasakan pinggangnya semakin tegang dan panas.

“Bertahan, harus bertahan. Aku adalah yang terbaik!” Linley terus menyemangati dirinya. Badan Linley sudah kuat sejak dulu, bahkan ketika masih bayi. Ia hampir tidak pernah sakit. Mengingat bahwa dia juga berlatih dengan sangat keras, tidaklah aneh apabila dia lebih unggul dibanding yang lainnya.

“Buk!” Anak pertama jatuh.

Namun, batu-batu yang mereka gunakan sebagai bantal dan pijakan kaki itu tingginya hanya 20 sentimeter dari tanah. Meskipun anak itu jatuh, tapi tidak terlalu menyakitkan.

“Buk!” “Buk!” Seiring berjalannya waktu, semakin banyak anak-anak yang tidak lagi kuat bertahan.

Linley mengertakkan giginya. Dia bisa dengan jelas merasakan bahwa ketegangan pinggannya sudah mencapai batas ketahanannya, sampai pada titik dimana pinggangnya hampir mati rasa. “Badanku terasa begitu berat, aku hampir tidak sanggup lagi bertahan. Tahan… Harus bisa tahan sedikit lebih lama lagi.” Pada saat ini, dari anak-anak berusia enam sampai delapan tahun, hanya Linley yang masih tersisa.

Sambil menatap Linley, Hillman tidak dapat menahan untuk terkejut dan penuh kegembiraan.

“Lorry!” Hillman tiba-tiba berteriak.

“Siap kapten.” Lorry segera tegak, menunggu perintah.

Hillman memberikan perintah, “Besok, siapkan beberapa cat khusus. Saat mereka melatih kekuatan pinggang mereka, tempatkan sebuah ranting dibawah pinggang mereka, dan oleskan ranting itu dengan cat. Jika ada dari mereka yang mengendur dan membiarkan pinggang mereka tersentuh ranting, tubuh mereka akan terkena cat juga. Jatah latihan mereka akan berlipat ganda kesulitannya.”

“Baik, kapten.” Lorry mengiyakan perintah tersebut. Mau tidak mau, dia menampilkan senyuman di bibirnya. Diam-diam ia tertawa, “Kapten selalu memiliki ide-ide yang iseng. Kali ini, para berandal itu akan kena batunya.”

Bukankah begitu?

Di wajah anak-anak berusia sepuluh tahun muncul tanda kekhawatiran. Biasanya, mereka masih dapat melakukan sedikit penyesuaian dan bersantai. Tapi dengan ide Hillman tersebut, mereka tidak akan memiliki kesempatan itu lagi.

Dengan dingin, Hillman melanjutkan perkataannya, “Saya beritahu kepada kalian semua. Saat seseorang melatih Qi tempurnya, Qi tempur akan berkumpul tepat dibawah pusar seukuran kepalan tangan. Kalian harus memahami bahwa inilah daerah segitiga yang saya maksud. Jadi, saya harap, kalian semua sekarang telah memahami betapa pentingnya memperkuat daerah segitiga itu! Itu adalah bagian inti kalian. Jika bagian itu gagal, maka tubuh kalian juga akan gagal, tidak peduli berapa kuatpun bagian lain dari tubuh kalian.”

Instruktur yang baik adalah sangat penting bagi anak-anak.

Dan Hillman benar-benar adalah seorang pejuang yang tangguh. Dia tahu bagian penting dari suatu pelatihan, dan juga tahu bagaimana meningkatkan tingkat kesulitan dalam latihan selangkah demi selangkah. Dia tahu peralatan apa yang digunakan untuk suatu kelompok usia tertentu. Jika latihannya terlalu berat, malah akan membuat tubuh seorang anak jadi rusak.

“Qi tempur?”

Mendengar kata-kata itu, semua anak-anak, termasuk kelompok yang termuda yang beristirahat di samping, menatap Hillman dengan mata terbuka lebar.

Semua rakyat biasa sangat ingin mempelajari Qi tempur. Termasuk Linley, keturunan dari keluarga bangsawan, juga sangat bersemangat.

“Buk!”

Akhirnya Linley tidak dapat bertahan lagi. Tapi dia masih menggunakan tangannya untuk menopang badannya di tanah sambil perlahan-lahan terduduk.

“Nyaman sekali!” Linley dapat merasakan pinggangnya mati rasa sampai ke tulang, begitu nyamannya sampai matanya sedikit berkerut.

“Berapa lama aku bertahan?” Linley membuka matanya lebar-lebar dan memandang sekelilingnya.

Semua anak dari kelompok umur enam tahun telah terjatuh. Bahkan separuh dari kelompok umur sepuluh tahun telah terjatuh juga. Namun, semua anak-anak berusia empat belas masih bertahan. Wajah Hillman tetap dingin seperti biasa.

“Kalian semua harus ingat. Tubuh kalian adalah seperti sebuah wadah, seperti sebuah gelas anggur. Qi tempur adalah seperti anggur. Banyaknya anggur yang dapat ditampung oleh sebuah wadah tergantung dari ukuran wadahnya. Sama juga dengan tubuh, kemampuan seseorang melatih Qi tempur tergantung pada latihannya. Jika tubuhnya terlalu lemah, walaupun ia mendapatkan akses ke kitab Qi tempur yang kuat, tapi tubuhnya tidak akan mampu untuk mempertahankan Qi tempur sebanyak itu, dan ia tetap tidak akan bisa menjadi seorang pejuang yang kuat.” Hillman menyampaikan banyak nasihat penting kepada anak-anak itu.

Karena tidak mendapatkan bimbingan yang tepat semasa muda, banyak pejuang yang memahami hubungan antara kekuatan Qi tempur dengan kekuatan tubuh bertahun-tahun sesudahnya dalam hidup mereka. Tetapi, di usia tersebut, mereka tidak akan mendapatkan banyak kemajuan lagi saat berlatih.

Banyak para leluhur yang telah melewati jalan yang salah dan mendapatkan banyak pengalaman. Hillman terus menyampaikan pengalaman-pengalaman itu, seperti angin di musim semi membawa hujan kehidupan, menanamkan secara dalam-dalam pengalaman-pengalaman penting tersebut ke dalam pikiran anak-anak ini. Hillman tidak ingin anak-anak ini melangkah pada jalur yang salah.

Setelah berlatih ‘Sikap Pembentukan Qi’, maka pinggang, punggung, paha, bahu, dan semua bagian tubuh lainnya akan menjadi selaras. Saat ini, hampir semua anak-anak duduk bersantai di lantai. Program pelatihan Hillman hampir sempurna dalam tingkat kesulitan yang dia terapkan pada setiap kelompok usia.

“Latihan hari ini sudah selesai,” Hillman mengumumkan.

Latihan di kota Wushan dilakukan secara teratur. Setiap hari dilakukan dua kali, saat fajar dan saat senja.

“Paman Hillman, berceritalah untuk kami!” Begitu latihan berakhir, anak-anak segera berseru. Setiap hari, setelah pelatihan fajar, Hillman akan menceritakan mereka kisah-kisah pengalamannya saat menjadi tentara, atau beberapa kejadian-kejadian yang pernah terjadi di benua itu.

Semua anak-anak telah tinggal di kota itu sepanjang hidup mereka, dan mereka sangat ingin mendengar cerita tentang militer.

Hillman tersenyum. Dia suka bercerita kepada anak-anak. Ini adalah cara membuat anak-anak bersemangat untuk berlatih. Hillman selalu merasa bahwa hanya dengan membuat anak-anak berlatih secara sukarela baru mereka bisa mendapatkan hasil yang luar biasa.

“Hari ini saya akan bercerita tentang garis keturunan dari Empat Prajurit Super legendaris yang semua orang di benua ini mengenalnya.”

Anak-anak segera mendongakkan telinga mereka, dan mata mereka bersinar. Linley yang duduk di lantai merasakan jantungnya berdebar keras. “Empat Prajurit Super legendaris?” Telinga Linley pun ikut terdongak saat ia menatap Hillman tanpa berkedip.

Di mata Hillman terbersit sedikit kegembiraan. Namun suaranya tetap tenang. “Di benua ini, ribuat tahun yang lalu, muncul empat prajurit super yang luar biasa. Keempat prajurit super ini memiliki kekuatan sebanding dengan naga besar. Mereka dapat dengan mudah berjalan di antara jutaan tentara, dan mengambil kepala dari pemimpin mana saja! Mereka dikenal sebagai Dragonblood Warrior (Prajurit Darah Naga), Violetflame Warrior (Prajurit Api Ungu), Tigerstriped Warrior (Prajurit Belang Macan), dan Undying Warrior (Prajurit Abadi)!” (TL Note: Nama-nama yang digunakan tetap dalam bahasa Inggris, agar dibaca lebih mudah.)

“Prajurit dibagi dalam sembilan tingkatan. Saya sebagai prajurit tingkat enam, dapat dengan mudah menghancurkan batu besar dan menendang roboh sebuah pohon besar! Tapi prajurit tingkat sembilan, bahkan di Fenlai, negeri kita sekalipun, akan dianggap sebagai ahli tingkat tinggi. Tapi Empat Prajurit Super tersebut berada di atas tingkat kesembilan. Mereka telah melampaui tingkat kesembilan dan dapat dianggap sebagai puncak dari tingkatan prajurit. Mereka sejajar dengan Prajurit tingkat Saint yang legendaris!” Mata Hillman penuh dengan kegembiraan. “Prajurit tingkat Saint legendaris dapat melumerkan gunung es raksasa, membuat ombak mengamuk di samudra luas, menghancurkan gunung tinggi, merobohkan kota-kota dengan jutaan penduduk, dan menjatuhkan meteor dari langit! Mereka benar-benar tak terkalahkan, kekuatan tertinggi.”

Hening. Semua anak-anak tercengang.

Hillman menunjuk ke sebuah gunung di arah timur laut.

“Lihat gunung Wushan, besar bukan?” Hillman tersenyum.

Setelah mendengar kata-kata Hillman, banyak dari anak-anak itu sudah ketakutan. Mereka semua mengangguk. Gunung Wushan lebih dari seribu meter tingginya dan berdiameter ribuan meter. Di mata orang-orang, sudah pasti merupakan sebuah gunung yang sangat besar.

“Tapi pejuang tingkat Saint dapat menghancurkan Wushan dalam sekejap mata.” Hillman berkata dengan tegas.

Prajurit tingkat enam hanya dapat menghancurkan batu besar. Tapi seorang prajurit tingkat Saint dapat menghancurkan seluruh gunung! Semua mulut anak-anak tersebut ternganga, dan mata mereka melebar. Mereka semua terkejut, dan dalam hati mereka semua timbul kengerian terhadap pejuang tingkat Saint. Tapi di hati mereka juga timbul suatu keinginan.

“Menghancurkan sebuah gunung?” Kata-kata Hillman tersebut berdampak besar pada Linley.

Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang masih tertegun itu kembali ke rumah mereka masing-masing. Hillman, Roger, dan Lorry masih tinggal sampai terakhir. Sebuah senyum muncul di wajah Hillman saat dia menyaksikan anak-anak yang pergi dalam kelompok tiga atau lima orang.

“Anak-anak ini adalah harapan dan masa depan Wushan,” Hillman berkata dengan tersenyum.

Roger dan Lorry juga menatap kelompok anak-anak itu. Di benua ini, hampir semua anak-anak dari kaum biasa harus berlatih keras sejak usia dini. Melihat anak-anak ini, Roger dan Lorry teringat akan masa muda mereka sendiri.

“Kapten Hillman, anda pasti jauh lebih tangguh daripada Potter tua di masa lalu. Di bawah bimbingan anda, saya yakin bahwa kota Wushan akan menjadi kota terkuat di wilayah kita, melebihi sepuluh atau lebih kota lainnya,” Lorry berkata sambil tersenyum.

Kekuatan dari seorang guru akan menentukan masa depan dari suatu tempat.

“Oh, kapten, bagaimana anda tahu tentang kekuatan dari Prajurit tingkat Saint, atau Empat Prajurit Super?” Lorry tiba-tiba teringat untuk bertanya.

Hillman menyeringai, sedikit malu, “Ya, um, sebenarnya saya sendiri tidak pasti juga seberapa kuatnya Empat Prajurit Super tersebut. Bagaimanapun, mereka adalah bagian dari sebuah legenda. Sudah bertahun-tahun sejak terakhir ada yang melihat mereka.”

Lorry dan Roger terkejut. “Anda tidak tahu, tapi berbohong ke anak-anak?”

Hillman tersenyum kecil. “Walaupun aku tidak tahu persis kekuatan dari Empat Prajurit Super, yang aku tahu – Mage (Penyihir) master tingkat Saint, yang berarti Mage yang telah mencapai tingkatan Saint, dapat melakukan teknik sihir terlarang dan membasmi puluhan ribu tentara, ataupun menghancurkan seluruh kota. Karena Mage tingkat Saint begitu kuat, saya yakin Prajurit tingkat Saint tidak mungkin lebih lemah.”

“Yang lebih penting, saya menceritakan cerita ini kepada anak-anak adalah untuk membuat mereka berlatih lebih keras. Tak bisakah kalian melihat betapa terkagumnya anak-anak itu setelah mendengar cerita-cerita itu?” Hillman tersenyum riang.

Lorry dan Roger keduanya terdiam.

“Sampai nanti, ‘Ley!”

“Sampai nanti, Hadley!”

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada teman baiknya, Hadley, Linley juga pulang sendirian. Setelah berjalan selama beberapa waktu, ia melihat daerah kediaman Baruch.

Kediaman Baruch sebenarnya dibangun di atas tanah yang cukup luas. Lumut memenuhi tembok, dan berbagai macam tanaman merambat juga terlihat menjalari permukaan tembok. Tampak jelas tembok-temboknya sudah dimakan umur. Kediaman Baruch yang terletak di kota Wushan adalah rumah leluhur dari klan Baruch. Rumah leluhur yang telah berdiri sejak lima ribu tahun lalu dan masih terus berdiri setelah mengalami banyak renovasi.

Tapi, dengan turunnya kejayaan klan, keuangan klan Baruch pun ikut terpuruk. Pada akhirnya, hanya bisa bergantung pada hasil dari sebelumnya. Lebih dari seratus tahun yang lalu, pemimpin klan Baruch saat itu memutuskan agar semua anggota klan tinggal di bagian depan, yang merupakan sepertiga bagian dari area kediaman Baruch. Sisa bagian lain dari kediaman tidak lagi dirawat. Dengan cara itu, banyak uang yang bisa dihemat.

Meskipun dengan langkah tersebut, pada periode ini, ayah Linley, Hogg Baruch, tetap masih harus menjual harta keluarga untuk menjaga agar keluarganya bisa bertahan.

Pintu menuju rumah kediaman yang menjulang tinggi terbuka lebar.

“Prajurit tingkat Saint?” Sambil berjalan, Linley masih memikirkan hal tersebut. “Di kemudian hari, bisakah aku menjadi seorang prajurit tingkat Saint?”

“Linley.” Suara Hillman terdengar dari belakang. Hillman, Roger, dan Lorry akhirnya menyusulnya.

Linley berbalik dan segera berkata dengan gembira, “Paman Hillman!”

Kemudian, Linley menarik napas dalam-dalam. Sambil mendongak melihat Hillman, dia berkata dengan suara penuh penasaran, “Paman Hillman, apakah prajurit tingkat Saint benar-benar sehebat itu? Bagaimana dengan aku? Apakah mungkin bagi aku untuk menjadi seorang prajurit tingkat Saint?” Dalam hati Linley, terdapat sebuah keinginan yang dimiliki semua anak.

Hillman tertegun. Selain dia, Roger dan Lorry juga tidak dapat berkata apa-apa.

Prajurit tingkat Saint?

“Anak ini benar-benar memiliki keberanian untuk bermimpi besar. Negeri Fenlai memiliki jutaan penduduk, meskipun demikian, setelah berabad-abad, belum ada satupun prajurit tingkat Saint yang terlahir. Untuk ingin menjadi seorang prajurit tingkat Saint…” Dalam pikirannya, Hillman sepenuhnya mengerti betapa sulitnya untuk menjadi seorang prajurit tingkat Saint.

Butuh usaha yang sangat keras dari usia muda, dukungan dari klan besar, dan juga bakat alami yang luar biasa. Selain itu juga dibutuhkan keberuntungan. Bagaimana bisa dengan mudah menjadi prajurit tingkat Saint?

Hillman cukup mengetahui bagaimana dia sendiri harus menderita untuk menjadi prajurit tingkat enam, dan berapa banyak pertempuran hidup dan mati yang dia alami. Untuk menjadi seorang prajurit tingkat enam sudah sangat sulit. Prajurit tingkat tujuh, delapan, dan sembilan tentu saja lebih sulit lagi. Bahkan dalam mimpinya pun, Hillman tidak berani membayangkan dirinya mencapai tingkat tersebut.

Tapi ia sedang menghadapi tatapan Linley yang serius.

“Linley, Paman percaya padamu. Aku yakin kamu pasti akan menjadi seorang prajurit tingkat Saint.” Hillman berkata dengan tegas sambil menatap Linley. Kata-kata pendorong ini menyebabkan mata Linley bersinar. Dalam hati Linley juga, sebuah tekad timbul.

Sebuah tekad yang sebelumnya tidak pernah begitu kuat!

“Paman Hillman, mulai besok dan seterusnya, bolehkan saya bergabung dalam latihan untuk anak-anak sepuluh tahun?” Linley tiba-tiba bertanya.

Hillman, Roger, dan Lorry, ketiganya menatap Linley dengan terkejut.

“Yang mulia ayahku selalu berkata, jika kamu ingin menjadi seorang pria tanpa tanding, maka kamu harus berupaya lebih keras dibandingkan orang-orang lain.” Tanpa disadari, Linley menirukan cara ayahnya berbicara.

Hillman tiba-tiba tersenyum. Dia telah melihat hasil dari latihan Linley hari ini. Walaupun Linley baru berusia enam tahun, namun kondisi tubuhnya setara dengan anak usia sembilan tahun. Dia segera menggangguk dan tersenyum. “Boleh saja. Tapi kamu jangan mengendur. Kamu harus tahu bahwa ini bukan komitmen satu dua hari saja, melainkan untuk jangka panjang.”

Linley mengangkat kepala kecilnya dengan bangga. Penuh percaya diri, ia tersenyum. “Paman Hillman, tunggu dan lihatlah.”

Ini adalah pagi yang sangat biasa di kota Wushan. Setelah itu, setiap pagi sama dengan hari ini. Kelompok anak-anak muda dari Wushan akan mengikuti Hillman, prajurit tingkat enam, dan berlatih keras dibawah bimbingannya. Perbedaannya adalah bahwa Linley yang berusia enam tahun ditempatkan pada kelompok anak-anak berusia sepuluh tahun di tengah.

2 thoughts on “Coiling Dragon – Book 1 – Chapter 1 – Indonesian

  1. zackattack

    I really love your wor but please stop translating CD it’s not worth it. People can read English and if you translate it to indonesian people can’t wait for next chap and will read the English version.

    And it will take you more then 35 years if you translate 1 chapter a week. So people will know that this will be a unfinished project. So use your mind and focus on TLT because that is the best project.

    Reply
  2. asriu

    IMHO it’s okay, the translator state it’s side project for relieved stress from main project so no problem~ and I find it’s fun to compare ENG and INA translation
    IMO early CD is fun to read while the later not my cup of tea :v

    Reply

Leave a Reply