The Legendary Thief – Book 01 – Chapter 001 – Indonesian

ContentChapter Info

Desa Tenang – Chapter 1 (Awal)

Asap putih memenuhi sebuah ruangan kecil. Terlihat sebuah pemanas air listrik berwarna pink terendam di dalam termos air yang baru saja membuat suara bising ‘Pu-pu’. Air mendidih pun sudah memercik kesana kemari.

Di sebelahnya, terhampar sebuah sofa putih krem, di mana seorang wanita cantik dan seksi tengah berbaring. Wanita itu mengenakan baju tidur merah muda tipis, yang dengan jelas menunjukkan lekukan tubuhnya yang memikat, dalam rincian yang sangat sempurna. Pose dia berbaring pun seakan-akan dia sengaja membiarkan sebuah bukaan di bawah kerah bajunya. Kulitnya yang putih mulus dapat terlihat dengan jelas, bersama-sama dengan bayangan dua bukit yang menjulang. Memandang lebih jauh kebawah, dapat terlihat samar-samar bayangan belahan kecil berwarna pink.

Wanita seksi ini sedang menikmati bacaan sebuah majalah <Dunia Maya> di tangannya. Dia seakan-akan sedang tenggelam dalam pikirannya, dan lupa pada lingkungan sekitarnya.

Ya, dia adalah bos saya, Xu Lin, pemilik dari pusat pijat refleksi ‘gelap’ di distrik perkotaan!

Pusat pijat refleksi semacam ini tersebar di seluruh distrik ini. Di jalan kecil ini saja sudah terdapat belasan. Pusat pijat refleksi ‘gelap’ ini, tidak seperti tempat pijat refleksi umumnya, baru memulai bisnis setelah jam delapan malam. Bisnis ‘legal’ semacam itulah.

Semua pusat pijat refleksi ini terkoordinasi dengan sangat baik. Seakan ada perjanjian tidak tertulis, mereka baru akan membuka pintu setelah jam delapan malam dan menunggu para pelanggan datang. Selewat jam sepuluh, ketika para polisi sudah pulang menemani istri mereka tidur, barulah pusat pijat refleksi ini akan memamerkan para nona mereka yang mengenakan jubah mandi dan duduk di atas sofa di ruang utama. Para pejalan kaki yang hilir mudik lewat dapat melihat kulit putih mulus wanita-wanita muda ini dengan jelas melalui pintu kaca yang besar. Bahkan, hanya dengan merendahkan posisi badan sedikit, warna pakaian dalam para nona-nona itu dapat terlihat dengan jelas.

Dengan godaan yang begitu memikat, jarang ada pria yang dapat menolak dan mereka juga akan mudah tergoda untuk pulang larut ke rumah setelah mereka masuk ke dalam dan merasakan ‘teknik’ dari nona-nona ini. Tentu ada juga orang-orang yang tidak memiliki uang, yang hanya bisa melihat dengan lapar para nona-nona tersebut dari luar.

Pusat pijat refleksi kami ini ukurannya biasa-biasa saja. Tidak terlalu besar, tapi juga tidak kecil. Berikut dengan Xu Lin, masih ada lima nona, seorang gadis yang asli adalah ahli pijat refleksi, dan aku sendiri. Aku adalah satu-satunya pria di sini, bertanggung jawab untuk semua pekerjaan kasar disini. Kadang aku dibutuhkan untuk mengangkat barang-barang berat, mencuci pakaian mereka dan hal-hal lainnya. Mereka bertugas mengurusi pelanggan, dan saya bertugas melayani mereka. Untungnya mereka tidak pernah meminta saya untuk melakukan pekerjaan yang konyol.

Saya juga diberi tanggung jawab besar. Menarik pelanggan!

Menarik pelanggan sebenarnya adalah ilegal, jadi aku juga melakukannya dengan hati-hati. Dalam keadaan normal, aku hanya bisa menarik satu atau dua orang dalam seminggu. Pernah dalam kondisi terburuk, selama sebulan penuh, tidak satupun pelanggan yang berhasil aku tarik.

Aku sudah hampir setengah tahun bekerja disini. Pendapatannya tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu buruk. Tidak bisa makan seperti raja, tapi setidaknya aku tidak akan mati kelaparan. Xu Lin juga memperlakukan semua staf nya cukup baik. Dia bahkan kadang-kadang ikut bercanda dengan semua orang. Mengapa dia menjalankan bisnis ini, tak seorang pun mengetahuinya.

Melihat uap mengepul dari air mendidih, karena aku sedang duduk di sofa lain, aku meletakkan <Panduan Turnamen Virtual> yang sedang saya pegang.

“Kakak Lin, tolong cabut colokannya. Airnya sudah meluber!”

“…”

Dengan respon yang hanya diam tanpa bergerak, Xu Lin tetap membaca salinan majalah <Dunia Maya> nya.

“Kakak Lin, tolong cabut colokannya. Suaranya sudah sangat bising. Kalau tidak dicabut, nanti itu akan rusak!”

“…”

Masih tidak ada reaksi.

Aku berteriak lebih keras, “Kakak Lin, kalau colokannya tidak dicabut, nanti bisa lumer!”

Hening sejenak…

“Buk!”

Sebuah bantal indah mendarat di kepalaku. Xu Lin melototi aku dengan matanya yang indah. Dia berteriak, “Cabut sendiri! Itu bukan punyaku.”

Brengsek! Aku tiba-tiba teringat. Pemanas air listrik ini kubeli dengan uang sendiri!

Xu Lin, sambil terus membaca majalah di tangannya, berkata, “Hei, Xiao Lin, pergi bangunkan para gadis-gadis itu. Saya ada hal yang perlu didiskusikan dengan mereka. Kamu juga ikut mendengarkan. Ini mungkin akan mempengaruhi masa depan kita.”

Aku mengangguk. Walaupun tidak yakin dengan apa yang sedang terjadi, tapi aku menurut saja dan pergi untuk membangunkan gadis-gadis yang masih tidur itu.

Di ruang istirahat, ada lima enam gadis yang berbaring malang melintang di ranjang yang besar. Hanya satu dari mereka yang tidurnya teratur. Lu Xue Han, dia tidur di bagian paling dalam. Dia lah yang asli hanya sebagai ahli pijit refleksi, bukan seperti nona-nona yang lain.

“Hei, kalian semua bangun!”

“Lin Fan, kamu cari mati ya? Mengganggu orang yang lagi mimpi indah!”

Posisi aku disini tidak tinggi, sehingga para gadis itu sering membentak aku.

“Bos mau membahas sesuatu. Barang siapa yang tidak hadir dalam waktu lima menit akan didenda 500!”

“Ah!”

Dengan segera, terjadi keributan besar. Gadis-gadis itu bergegas menuju ruangan tempat Xu Lin beristirahat, tanpa bahkan mengenakan pakaian dalam, hanya membungkus diri dengan selimut.

Aku mengernyitkan kening. Gadis yang tidur di bagian paling dalam, Lu Xue Han, tidak bereaksi seperti yang lainnya. Dia hanya menarik selimut hingga menutupi dadanya, menatapku dengan tersipu, wajah kecilnya yang menawan pun bersemu merah.

“Lu Xue Han, mengapa kamu tidak bergegas ke pertemuan itu? Apakah kamu tidak takut didenda?”

Aku bukannya tidak suka dengan wanita cantik, tapi terhadap Lu Xue Han aku harus menahan diri. Dia bukanlah salah satu wanita penghibur disini, jadi aku hanya bisa menikmati kecantikannya saja. Beda dengan nona-nona lainnya. Jika aku tidak menggoda mereka pun, mereka yang akan datang menggoda aku. Apalagi, wajahku termasuk lumayan…

Lu Xue Han menggigit bibir merahnya dan berbisik, “Kau… bisa tolong keluar dulu, aku tidak mengenakan apa-apa…”

Aku tertegun sejenak. Gadis ini benar-benar tidur telanjang? Sepertinya nona-nona lain telah mempengaruhi dia!

“Kalau begitu, bergegaslah. Ini benar-benar hal yang sangat penting…”

Aku segera keluar dan menutup pintu. Tidak tahu kenapa, tapi setiap kali menghadapi dia, aku merasa tidak nyaman. Bukan perasaan tidak nyaman seperti ketika seorang anak laki-laki bertemu dengan gadis yang disukainya, tetapi karena aku merasa bahwa Lu Xue Han tidak seharusnya berada di tempat buruk semacam ini.

Lantas, bagaimana dengan aku? Mengapa aku di sini?

Aku menggeleng-gelengkan kepala tidak ingin memikirkan hal ini lagi. Ada hal-hal yang ingin aku lupakan, agar aku dapat menahan diri jika memandangi wanita-wanita cantik ini.

Selagi aku menuangkan segelas air dari dispenser di lorong, mataku melayangkan pandangan keluar ke arah para pejalan kaki yang berlalu-lalang. Kehidupan ini… Tampaknya telah mencampakkan diriku.

“Hei, kau tidak menghadiri pertemuannya?”

Lu Xue Han bertanya dengan suaranya yang manis, terdengar seperti suara gadis kecil.

Aku menoleh dan melihat bahwa dia sudah mengenakan baju tidur berwarna kuning muda. Sepasang payudaranya yang besar tetap tercetak jelas walaupun pakaiannya longgar. Badannya yang putih lembut, ditambah dengan wajahnya yang seputih salju, mata yang indah dan menawan, memberi kesan menyeluruh seorang wanita yang lembut.

Mungkin karena aku menatapnya terlalu mendalam, Lu Xue Han menjadi tersipu. Dia memandangku sejenak sebelum masuk ke kamar Xu Lin.


TL Notes:

  • Status: Cleaned
  • Translator: Lingson
  • Editor: Lingson

13 thoughts on “The Legendary Thief – Book 01 – Chapter 001 – Indonesian

  1. asriu

    ty for the chapter, hmm menarik boleh tanya TL nya dari english atau atau dari RAW? rasanya penggunanan “saya” terkesan aneh ya terutama karena MC nya berganti menjadi “aku” padahal sama-sama bukan dalam dialog
    GJ! >.<

    Reply
    1. Lingson Post author

      TL nya langsung dari RAW, seperti waktu TL chapter yang bahasa Inggris. Masalah penggunaan ‘saya’ dan ‘aku’, memang waktu awal pakai ‘saya’, tapi di tengah-tengah kemudian terpikir bahwa cerita ini bukan bacaan berat, dan gaya bahasa pengarang juga kadang agak konyol, makanya diganti jadi ‘aku’ biar tidak terlalu formal dan juga lebih santai bacanya. Tapi penggunaan ‘saya’ di awal lupa diganti jadi ‘aku’ hehehe 🙂

      Nantilah sekalian kalau ada koreksi atau masukan lain, baru diganti lagi.

      Reply
      1. dharmox

        Wih bahasa indonya bagus neh….. benernya translate ke indo lebih gampang kan. Gak ada grammar yang memusingkan wkwkwkwk

        Reply
      2. asriu

        hmm pantas rasanya ada kalimat tambahan di ” dalam rincian yang sangat sempurna” paragraf ke-2. Versi indonesia tidak ada jadwal yang pasti kan? pelan-pelan saja karena IMHO bahasa indonesia lebih ribet karena keterbasan diksi yang ada terutama istilah apalagi menyangkut teknologi (game khususnya seperti dalam novel ini), tata bahasanya yang ribet (EYD)==; , juga “rasa” bahasa supaya enak dibaca hahahaha

        supaya tidak terlalu formal seperti yang anda sampaikan sebaiknya ubah beberapa kalimat ini

        dia adalah bos saya
        => dia adalah bosku

        Xu Lin melototi aku dengan matanya yang indah
        => Xu Lin melototi ku dengan matanya yang indah

        Posisi aku disini tidak tinggi, sehingga para gadis itu sering membentak aku.
        => Posisi ku disini tidak tinggi, sehingga para gadis itu sering membentak ku.

        Barang siapa yang tidak hadir dalam waktu lima menit akan didenda 500!
        => yang tidak datang dalam waktu lima menit akan didenda 500!(500 bisa ditambah dengan mata uang)

        Jika aku tidak menggoda mereka pun, mereka yang akan datang menggoda aku
        => walaupun aku tidak menggoda mereka, mereka yang akan datang menggoda ku

        Sepertinya nona-nona lain telah mempengaruhi dia!
        => Sepertinya nona-nona lain telah mempengaruhinya!

        Mungkin karena aku menatapnya terlalu mendalam, Lu Xue Han menjadi tersipu
        => Mungkin karena aku menatapnya terlalu dalam, Lu Xue Han menjadi tersipu

        jujur saja ini hanya masalah rasa bahasa secara EYD baik kok :3

        semoga lekas sembuh ya musim pancaroba memang ga enak

        Reply
        1. Lingson Post author

          Hahaha.. Thanks..

          Iya, tidak ada jadwal pasti. Kalau ada waktu senggang dan tidak mengganggu translation English, baru mengerjakan yang translation Indonesia nya.

          Memang benar, secara grammar translate ke bahasa Indo tidak terlalu sulit, apalagi grammar Chinese lebih mirip dengan grammar Indo dibandingkan grammar English. Yang sulit justru memikirkan gaya bahasanya itu biar enak dibaca. Kalau terlalu formal, pasti aneh bacanya. Saya sekarang sudah jarang baca komik bahasa Indo, lebih banyak baca bahasa Inggris, jadi tidak mengikuti trend bahasa sekarang. Kalau bahasanya terlalu gaul, nanti malah kesannya norak. Hehehe.

          Reply
  2. JaJaJaJaJa

    cuman nanya, aku orang indo, tapi aku rasa translation inggris aja lebih bagus deh, soalnya org yg pake internet rata” bisa inggris jg, jd kalau fokus ke inggrisnya mungkin kecepatan nya bisa dinaikin
    sorry kalau nyinggung 🙂

    Reply
    1. Lingson Post author

      Gpp kok.. Kan namanya juga usulan/masukan. Tidak menyinggung lah.

      Saya mengerjakan translation Indonesia hanya sambilan saja, kalau pas ada waktu senggang dan tidak mengganggu jadwal translate yang bahasa Inggris. Untuk translate 5 Chapter/minggu saja sekarang saya sudah kewalahan (karena harus membagi waktu dengan kerjaan). Sayang pembacanya banyak, tapi belum ada yang menyumbang. Kalau saya full time hanya untuk translate novel ini saja, bisa dalam satu hari 2 (atau mungkin 3) chapter. Tapi tahu sendiri kan bagaimana biaya hidup di Indo sekarang? 🙂

      Reply
      1. JaJaJaJaJa

        Hahaha, iya juga sih, saya bukannya nga mau tapi atm aj ga da
        mungkin tunggu beberapa minggu lagi pas uda narik orang ceritanya bakal banyak yang nyumbang
        thanks ya

        Reply
        1. Lingson Post author

          Amin… Moga-moga seperti itu 🙂

          Bukannya saya menggerutu lho. Namanya kan juga sumbangan, bukan paksaan. Tapi berhubung biaya hidup yang tinggi, tentu saja kita mengharapkan adanya tambahan dana untuk membantu membiayai (termasuk biaya hosting, beli software dan sebagainya). Saya juga tidak mau munafik. Laptop ini saja sering hang. Bagaimana mau kerja lancar kalau situasi kurang mendukung?

          Tapi untungnya para pembaca luar negeri lebih pengertian dibandingkan pembaca Indo (bukan disini, tapi kalau saya melihat komentar-komentar di website lain, yang mana sudah dikasih free tapi memaksa sekali).

          Thanks juga sudah mampir kesini dan membaca novel ini 🙂

          Reply

Leave a Reply