The Legendary Thief – Book 01 – Chapter 002 – Indonesian

Desa Tenang – Chapter 2 (Perencanaan)

Saat aku memasuki ruangan, Xu Lin segera memulai pertemuan.

“Kalian semua sadar kalau kalian hanya dapat bekerja pada pekerjaan ini karena kalian berusia muda. Semoga kalian tidak berpikir untuk bergantung pada pekerjaan semacam ini dalam jangka panjang. Dan karena aku tahu dengan baik latar belakang semuanya yang ada di sini, aku yakin kalau tak satupun dari kalian akan mau melakukan pekerjaan semacam ini jika kalian punya kesempatan lain. Yang pasti aku sendiri tidak mau.”

Xu Lin menunjukkan ekspresi muram, dan kemudian berkata, “Aku pikir kalian semua sudah pernah mendengar berita mengenai game yang akan segera diluncurkan, [Moon Monochrome], yang telah ditunggu-tunggu banyak pemain selama empat tahun?”

“Tentu saja! Bagaimana mungkin tidak tahu itu? Mereka menempelkan poster-poster di setiap dinding kamar mandi umum. Kau tak akan melewatkannya kecuali kalau kau tidak pernah menggunakan kamar mandi umum!” Seorang wanita cantik dengan payudara besar berkata dengan tertawa.

Dia adalah Xin Yu, lady nomer satu di sini dan sangat populer. Kau harus mendaftar jauh-jauh sebelumnya untuk booking dia semalam.

Dan Xin Yu memang benar mengatakan itu. Game online paling terkenal, [Moon Monochrome], telah direncanakan dan dikembangkan sejak empat tahun lalu dalam sebuah program gabungan dari tiga pengembang game online terbesar di dunia. Lebih jauh lagi, dalam beberapa bulan terakhir, popularitasnya semakin meledak ketika diumumkan kalau game ini akan dirilis segera. Dengan perusahaan melakukan promosi di mana-mana, bahkan anak TK pun tahu tentang itu.

“Tapi … Aku tidak tahu.”

Sebuah suara malu-malu terdengar dari sampingku. Semua orang segera memandang Lu Xue Han seakan-akan dia seorang alien.

Gadis muda ini langsung tersipu. Ia melihat kami semua dengan malu-malu dan berkata, “Benar … Aku tak pernah mendengarnya.”

Xu Lin habis kesabarannya dan melanjutkan, “Tidak masalah kalau kau tidak tahu. Nanti Lin Fan yang akan memberitahumu mengenai game ini secara detil. Aku akan langsung ke intinya. Aku sudah mengamati game ini untuk beberapa waktu. Dan berdasarkan insting bisnisku, game ini memiliki potensi untuk memberikan keuntungan yang bagus. Tapi, tentu saja, kalian semua harus bekerja bersama-sama!”

Xin Yu tertawa keras sehingga payudaranya bergerak naik turun. Ia mengejek, “Jie Jie, ayolah! Kau sudah melakukan banyak bisnis sebelumnya. Tapi … kapan kau pernah sukses? Hanya pusat pijat kaki ini saja yang punya sedikit prospek. Dan kau meminta kami bersama denganmu menggali emas di game online?”

Xu Lin mendelik padanya, berkata tidak senang, “Jika kau tak mencari jalan keluar, apa kau mau bilang padaku kalau kau ingin menghabiskan seluruh hidupmu di bawah tubuh laki-laki?”

Xin Yu membuka lebar pahanya dan berkata menggoda, “Tapi, tanpa lelaki, bagaimana kau menghidupi kami?”

Lu Xue Han langsung merona merah saat ia mendengarnya. Ia baru di sini kurang dari dua bulan dan masih belum kebal dengan pemandangan ini.

Xu Lin yang tak mau berdebat dengan Xin Yu, segera mengubah topik, “Masih ada dua hari sebelum peluncuran [Moon Monochrome] dan aku sudah memeriksa serta membuat perhitungan kasar. Peralatan game beserta helmnya tidak seberapa mahal, kira-kira sekitar 5000 Yuan. Dan aku sudah memutuskan untuk menginvestasikan semua tabunganku ke dalam game ini. Jika mungkin, aku harap kalau semua orang akan berpartisipasi juga, sehingga kita bisa saling menjaga satu sama lain. Aku beri kalian waktu satu jam untuk memikirkannya.”

Melihat semua orang tampak kebingungan, Xu Lin menambahkan, “Dari apa yang aku tahu, beberapa dari kallian sudah berpengalaman dengan game, jadi, dari awal tidak akan bermasalah. Aku akan mengurus peralatan game dan helmnya. Selama kalian berjanji untuk bergabung dengan grupku, aku akan memberikan satu set perlengkapan game gratis. Sebagai tambahan, aku juga akan menambahkan bonus gaji tiga bulan!”

Tak masuk akal! Bonus gaji tiga bulan ditambah perlengkapan game senilai 5000 Yuan? Semuanya berjumlah delapan orang, dan itu akan membuat total biayanya 40.000 RMB! Apakah Xu Lin benar-benar yakin kalau kita bisa untung dengan bermain game ini?

* 1 Yuan [RenMiBi] kira-kira setara dengan Rp. 2.000,-

 “Aku ikut!”

Xin Yu yang sebelumnya menentang, adalah orang pertama yang mengangkat tangannya. Duduk di sampingnya, Li Qing heran dan bertanya, “Kau benar-benar bodoh ya? Apa kau benar-benar yakin kalau kau bisa menghasilkan uang dengan bermain game online?”

Xin Yu tersenyum, “Tidak. Tapi aku telah menghabiskan seluruh gajiku bulan ini. Jika aku tidak mengambil bonus gaji tiga bulan ini, maka aku harus menjual diriku lagi!”

“Tak tahu malu! Kau kan memang selalu menjual dirimu!” Li Qing mengatakannya sambil mengejek, tapi dia sudah lupa bagaimana keras suara XXX yang ia buat semalam, yang membuatku tak bisa tidur sama sekali.

Xin Yu mengabaikannya dan berkata, “Aku tak ada masalah dengan bermain game. Aku terbiasa menemani bekas pacarku bermain game dulu.”

Bekas pacarnya itu sekarang menjadi laki-laki simpanan dari seorang wanita kaya, ini adalah rahasia umum yang kami semua ketahui.

Li Qing meluruskan badannya, “Meskipun aku bukan seorang ahli, aku juga dulu terbiasa bermain CS dan pernah terpilih masuk tim sekolah. Dengan keahlian tangan dan kecepatan reaksiku, bermain game virtual ini seharusnya tidak masalah bagiku.

* CS = singkatan dari Counter Strike, permainan First Person Shooter, alias baku tembak.

Gadis-gadis yang lain, satu persatu, juga menceritakan pengalaman mereka bermain game. Akhirnya, pandangan mereka jatuh pada Lu Xue Han dan aku.

Lu Xue Han memandang semua orang, menunduk kemudian berbisik, “Aku biasa main Bubbles. Apakah itu bisa dihitung?”

Semua orang segera tertawa.

Xin Yu mencolek paha Lu Xue Han yang seputih salju, tak tahu apakah ia harus menangis atau tertawa, “Oh, gadis bodoh. Tak usah menyebutkan game yang kau mainkan di masa kecilmu.”

Wajah putih salju Lu Xue Han langsung memerah, dan ia terdiam.

Sekarang, semua mata memandangku. Setelah Xin Yu melihatku dari ujung kepala ke ujung kaki, ia menggodaku, “Mungkinkah kalau Lin Fan masih perjaka?”

Lu Xue Han dan aku tergagap. Xin Yu tersenyum, hanya terbungkus baju mandi, ia mendorong tubuhnya padaku, dengan suara memikat berkata, “Lin Fan, bagaimana kalau aku memberikanmu tawaran spesial. Kau beri aku dua puluh Yuan, dan aku akan biarkan kau mendapatkan “malam pertama” mu. Ok? … Ah kau tidak bisa membayar? Kalau begitu bagaimana sepuluh Yuan untuk semalam? … Apa, kau masih tak dapat membayarnya? Aku benar-benar tak bisa membayangkan kalau anak muda ini bahkan tak mau mengeluarkan uang sepeserpun untuk ini. Baiklah, aku akan melakukannya secara gratis untukmu!”

Aku hanya tersenyum dan tetap diam.

“Tak mungkin! Anak muda ini ingin bermain dengan Jie Jie ini dan masih berharap Jie Jie ini untuk memberimu uang? … Ok! Anggap saja aku baik hati. Berapa banyak yang kau inginkan?”

* Jie Jie = kakak perempuan, panggilan menghormat, tidak harus saudara kandung.

Xu Lin menatapku dengan mendalam, berkata “Sudah hentikan guyonanmu. Lin Fan tentu saja tak ada masalah.”

Aku terkejut, tapi tersenyum samar dan berkata, “Ya, aku tak begitu ahli. Meskipun aku harus bermain, aku hanya akan menjadi seorang noob.”

* Noob = kata slang dari newbie, pemain game pemula.

 “Kau pikir bisa menyembunyikan semua itu dariku?” Xu Lin perlahan-lahan menaruh cangkir kopi yang selama ini ia pegang di tangannya.

“Apa yang aku sembunyikan?”

“Lin Fan, sekarang dua puluh tiga tahun, merupakan murid tahun ketiga pada Univeersitas XX, dikeluarkan enam bulan yang lalu entah dengan alasan apa. Pada tahun 2014, bersama dengan karibnya, Ye Qiu, mereka berdua mendirikan tim [Warcraft] TOT. Pada tahun yang sama, mereka memenangkan medali perunggu dalam kompetisi regional World Cyber Games [WCG] Nanjing. Di tahun 2015, menjadi runner-up kompetisi regional CEG Shanghai dan di tahun yang sama, pada bulan Juli menjuarai kompetisi regional WCG Shanghai. Mereka juga masuk kualifikasi untuk mendapatkan satu dari tiga tempat pada tim WCG Chinnese 2015. Tapi entah dengan alasan apa, mereka tidak muncul, menyebabkan tim Tiongkok hilang kesempatan untuk memenangkan kompetisi. Bintang baru WAR3 ini yang mana banyak orang menaruh harapan, tiba-tiba menghilang. Satu bulan setelah menghilang, Lin Fan ternyata muncul di pusat pijat kaki di suatu distrik kota. Apakah ini salah?”

* Warcraft = permainan Real Time Strategy, membangun bangunan dan pasukan untuk menghancurkan lawan. Pemain bisa menggunakan maksimal tiga Hero dan beberapa pasukan lainnya.

Yeah, apa demikian?

Aku pikir aku sudah melupakan semua ini ….


  • Status: Cleaned
  • Translator: andyfeby
  • Editor: Lingson

Leave a Reply