The Legendary Thief – Book 01 – Chapter 004 – Indonesian

Desa Tenang – Chapter 4 (Pembagian Tugas)

“Bagaimana kalau kau berlatih bersama dengan seseorang? Dengan begitu, kemajuanmu akan lebih cepat. Siapa yang akan kau pilih dari kami?“

Xu Lin sungguh memandang tinggi aku. Dia menempatkan kebutuhanku pada prioritas tertinggi.

Memandangi para gadis itu, aku berdiri setelah melakukan beberapa pertimbangan.

Xu Lin tidak bisa. Karena dia bos, dia terbiasa memerintah sana sini. Saat kehilangan kesabaran, aku yang akan mendapat masalah.

Xin Yu juga tidak. Kemampuannya mungkin Ok, tapi karakternya lah yang menjadi masalah. Jika dia tiba-tiba kumat dan melepas semua pakaiannya di dalam game, bukankah itu akan membuatku malu?

Lebih jauh lagi, aku tidak mau lebih intim dengannya. Dengan latar belakangnya seperti ini, tak banyak orang yang mau menerimanya.

Li Qing menjadi pilihan terburuk mempertimbangkan kondisi psikologinya. Dia sering menyarankan langganannya untuk tidak mengenakan kondom. Dengan wanita yang sembrono di dekatku, akan terlalu beresiko bagiku!

“…”

Setelah dipikir-pikir, Lu Xue Han satu-satunya gadis yang bisa dipertimbangkan. Pada  akhirnya, aku lebih menyukainya daripada para gadis yang lain.

Xu Lin cekikikan, “Kau lagi mempertimbangkan Lu Xue Han, khan? Bagus juga. Karena dia seorang Cleric, paling tidak kau akan menghemat Healing Potion.”

Aku mengangguk dan memutuskan untuk berpasangan dengan Lu Xue Han.

Xu Lin sudah mengatur makan malam yang lumayan, layaknya sebuah pesta. Tak disangka, masakan Xin Yu membuat semua orang mengilar saat dia mengeluarkan makanan. Aku tak pernah menyangka selain ahli membuka paha, dia ternyata juga ahli masak. Jika saja ia seorang perawan, menikahinya mungkin menjadi ide yang cukup baik.

Xu Lin dengan riangnya memenuhi semua gelas dengan anggur merah, dan mengusulkan untuk melakukan tos, “Ayo kita tos demi kejayaan klan kita di [Mooon Monochrome]!”

“Kanpei!”

Xin Yu dengan tertawa, berkata, “Apa yang bagus untuk nama klan kita? Kita seharusnya memikirkannya.”

Xu Lin diam beberapa saat, kemudian tertawa, “Aku hampir lupa. Apa kalian punya usulan? Lebih baik, nama yang pendek saja.”

Rose? Bagaimana kalau ‘Rose Legion’ (Pasukan Mawar)?”

“Jangan memilih nama condong ke satu jenis kelamin. Aku pikir ‘Shining Moon‘ (Bulan Bersinar) terdengar lebih bagus.”

“Ayolah, bukankah ‘Crescent Moon’ (Bulan Sabit) justru terdengar lebih enak?”

Setelah berdsikusi cukup lama tanpa ada keputusan, Xu Lin berkata padaku sambil melempar pandangan berharap, “Xiao Lin, bagaimana pendapatmu?”

Setelah berpikir beberapa saat, aku berkata, “Harus yang mudah diingat, tapi tak usah terlalu muluk-muluk. Kita bermain untuk mencari uang, bukan menguasai dunia!”

Mendengarku, Xu Lin mengangguk, aku melanjutkan, “Jadi, namanya seharusnya tidak usah terlalu elegan atau vulgar. Jika terlalu elegan, bisa saja membuat orang terprovokasi dan tidak menyukai atau mengganggu kita, dan jika terlalu vulgar, maka akan membuat orang lain muak dan jijik. Karena itu sebuah nama biasa atau normal lebih cocok dengan grup kecil kita karena fokus utama kita adalah mencari uang.”

Xu Lin mengangguk lagi dan berkata, “Jadi, nama apa yang kau rasa harus kita ambil? Tapi kalau bisa singkat saja.”

“Sebentar…” Aku berpikir sesaat, kemudian mengangkat kepalaku, langsung menatap pada Xu Lin dan berkata, “Bagaimana kalau ‘Green Veggies’ (Sayuran Hijau/Segar) ?”

Xu Lin diam beberapa saat, tapi kemudian dengan suara tegas menjawab, “Sepakat! Klan kita namanya adalah Klan ‘Green Veggies‘!”

Xin Yu mengekspresikan ketidaksetujuannya, tapi sia-sia, karena bos sudah menyetujuinya.

Aku tersenyum dalam hati. Suatu adegan tak masuk akal terlintas dalam pikiranku: aku mengenakan baju zirah berwarna perak, dengan pedang God-tier, memimpin sekelompok wanita di dalam [Moon Monochrome] tertawa dan bernyanyi keras, “Kami adalah para ulat pembawa bencana! Kami adalah para ulat pembawa bencana!” sambil menginjak-injak para newbie tak terhitung banyaknya!

Semua orang makan dengan cepat, bahkan sup panas pun diminum tanpa ragu. Melihat aku sudah selesai makan, Lu Xue Han menarik ujung lenganku dan berbisik, “Lin Fan, bantu aku untuk memasang konsol game dan peralatannya di kamar kedua dari kanan. Aku mau mencobanya.”

Aku melihat pada ruangan yang ia sebutkan, yang ternyata kebetulan ruangan yang diberikan padaku. Aku memandangnya penuh takjub, berkata, “Tapi, itu kan kamarku?”

“Bukannya Xu Jie Jie baru saja bilang kalau kita berdua harus berbagi kamar?” Lu Xue Han bertanya dengan matanya yang terlihat bingung?

Bagaimana mungkin aku berbagi kamar dengan daun muda segar ini?

Sungguh suatu keajaiban jika tidak terjadi apa-apa!

Memandang Xu Lin yang melihat padaku sementara mencoba menahan tawanya, aku dengan sungguh-sungguh berbicara pada Lu Xue Han, “Dia hanya bercanda. Kau seharusnya tanya dia lagi di kamar mana kau tidur.”

Xu Lin mendengar perkataanku, melihat kalau bola sudah dilempar kembali padanya, dia melotot padaku dan segera berkata, “Xue Han, kau juga lihat kalau kamar yang lain sudah ditempati gadis-gadis yang lain. Selain kamar Xiao Lin. ada studio kecil di loteng. Kau bisa tidur di sana. Sementara  untuk tempat bermain game, kita punya ruang tamu yang sangat besar. Kita tak punya banyak tamu yang berkunjung kemari, jadi usahakan seperti itu dulu. Konsol game bisa dipasang di samping sofa, dan duduk di atas sofa sambil bermain game juga cukup nyaman.”

Melihat kalau dia tak punya pilihan lain, dan kata-kata Xu Lin cukup masuk akal, tanpa berpikir panjang, Lu Xue Han mengiyakan.

Selanjutnya gampang saja. Menggunakan konsol game milik Lu Xue Han, aku mendemonstrasikan pada semua orang bagaimana memasangnya. Kabel untuk menghubungkan antara helm dan konsol ada tanda yang mengindikasikannya. Sejujurnya, itu sebenarnya plug and play. Yang membuatku sangat tertarik adalah keyboard untuk mengoperasikan [Moon Monochrome], yang mana sangatlah berbeda dengan keyboard tradisional. Keyboard [Moon Monochrome] terbuat dari semacam induktor cairan kristal, yang mana terlihat seperti bentuk papan kaca kalau tidak dihubungkan dengan sumber listrik. Tapi saat itu dihubungkan ke sumber listrik, maka akan berubah menjadi sebuah keyboard yang fleksibel dan lunak, memancarkan cahaya biru gelap berkelap-kelip. Namun, saat aku menyentuhnya dengan jariku, sensasi sentuhannya sangat aneh. Meskipun aku tak pernah menyentuh dada wanita sebelumnya, tapi aku berani bersumpah atas nama nenek moyangku kalau teksturnya terasa lebih baik daripada dada wanita.

Sambil menepuk tangan, aku berpaling pada para gadis itu dan berkata, “Oke, semuanya, mari kita mencobanya. Dalam konsol game, ada game mini, jadi kalian semua harus mencoba untuk membiasakan diri dengan keyboard nya. Dengan cara itu, saat game dimulai besok, kalian tidak akan kebingungan!”

Kelihatannya kata-kataku menggugah mereka. Gadis-gadis itu dengan bersemangat mengambil peralatan game mereka masing-masing dan bergegas masuk kamar mereka. Xu Lin berkata sambil tertawa, “Tiap helm dilengkapi akun game tersendiri. Saat kalian mengaktifkan helm untuk pertama kalinya, akan dilakukan scan pada mata kalian dan menguncinya. Jadi kalian tak usah khawatir kalau nanti helm kalian dicuri.”

“Oke, aku sudah mengunci pintu depan. Panggil aku besok saat kita akan berbelanja.”


  • Status: Cleaned
  • Translator: andyfeby
  • Editor: Lingson

One thought on “The Legendary Thief – Book 01 – Chapter 004 – Indonesian

Leave a Reply